0
Posted by Unknown on 10:03 AM in
Saat pertama kita merasakan cinta
Ku begitu yakin kamu adalah ‘’bidadari pagiku’’
Tak pernah ku merasakan indah dalam hidup ini
Saat ceria pelepas hati
Saat kesenangan membuka jalan
Saat sedih menutup jiwa
Kebencian mengubah jadi hati
Ku sangat sangat merasakan itu semua
Detik demi detik ku rekam semuanya

Ku tak tahu kenapa bisa terjadi
Hati ini begitu merespon semua y
Denyut nadi mengalir kan smua tentang mu
Setiap saraf menglirkan ke otak dengan menyebut namamu

Kamu berbeda dari semua hal
Termaksud dalam hal cinta
Bisa membawa ku pergi dengan arah yg berbeda
Kamu membuat fartamorgana yg baru
Pelangi yg membawa ke indah hati
Kesejukkan nurani

Setiap langkah yg kamu bikin
Slalu ku lihat
Tatapan indah dalam bola mata yg tenang
Bibir yg membawa ku ke alam sanubari
Ke elokan paras wajah yg sejuk

Semua ku rasakan
Tak pernah ilang dri otak kecil ku

0
Posted by Unknown on 9:58 AM in
Kamu begitu berbeda
Senyum yg begitu menawan,
Ceria wajah yg tah bisa ku lupakan
Semua itu takan pernah ku sesali dalam hidup ku
Wajah polos dengan letak mimik yg begitu ku suka

Canda yg ku dapat darimu tak kan ku lupakan
Senyum indah yg kamu berikan tak kan terhapus
Kenangan kita yg dulu tercipta tak kan bisa di lupakan

Skenario yg kita bikin dulu tak kan bisa di hapus
Walau film tersebut sudah mulai ilang
Kenangan itu tetap abadi
Jikalau anak2 kita tumbuh kan ku cerita kan semua nya

Tawa,senang,kegembiaran
Sedih,tangis,marah
Semua ku rekam dalam sebuah role yg panjang
Tak kan da yg putus
Sampai ku bosan pun
Kan tetap ku tonton

Sekarang kan ku simpan dulu cerita itu
Sampai semua itu kembali lagi
Walau rambut ini memutih,
Badan ini tak bisa bergerak
Walau nafas ini berhenti
Semua kan ku simpan dengan baik

Karana ku tahu
Cerita ini tak kan pernah terjadi lagi
Sampai aku dan kamu pergi dengan sang ilahi

Cerita ini tak kan pernah ku ubah
Tak kan pernah ku buat ulang dng versi lain
Krana ku tahu hanya ini skenario yg ku bikin sendiri berSAMA mu

Kamu BIDADARI PAGI yg ku ingat trus
Sampai ku benar2 pergi
Dan kamu adalah cahaya dalam hati ku

0
Posted by Unknown on 9:43 AM in
di sini di sudut hati yg kosong ini
gelap dan kosong yg kurasakan
saat senja menutup terangnya hari
ku mulai terdiam dengan ini semua

hati yg dulu penuh kecerian yang kamu bilang
sesaat kosong ntah kemana perginya
hati ku yang begitu berharga baginya
namun sekarang hanya seberkas sampah
itu kata mu yg ku dengar
tak seperti harapan yang dulu kamu bilang

kemana pergi hati itu?
sebuah pertanyan itu muncul
kemana kamu buang??
kemana kamu kempar hati itu?
tak ku rasakan lagisaat ini

kabut tipis yang menyelimuti hati
lambat laun ilang ntah kemana
gunung merapi yg begitu indah
namun ilang di telan dengan awan hitam
yang mengilingi gunung itu
rasa yang tumbuh begitu cepat
begitu ilang seperti anak kecil kehilangan mainannya

sekarang aku tak bisa apa2
hanya terbenung melihat ini semua
saat tak lagi hati ini berkata
ku dengar nyayian di hatimu

0

Berikut adalah tujuh sejarah kebohongan tentang agama

Posted by Unknown on 5:54 AM in
Berikut adalah tujuh sejarah kebohongan tentang agama:

1. Protokol tetua Zion
Mungkin ini adalah kebohongan tentang agama yang paling terkenal dan jahat dalam sejarah, “The Protokol of the Learned Elders of Zion” adalah sebuah buku yang seharusnya mengungkapkan sebuah rahasia konspirasi orang Yahudi untuk menguasai dunia. 

Buku itu pertama kali muncul di Rusia pada 1905, dan meskipun buku tersebut telah dicap sebagai pemalsuan, buku itu masih terus dicetak dan tetap beredar. Banyak orang menudukung kebohongan tersebut, termasuk aktor Mel Gibson, Adolf Hitler, dan pemilik perusahaan mobil Henry Ford, yang pada 1920 membiayai penerbitan setengah juta kopi buku itu.

0
Posted by Unknown on 3:37 AM in
rasa kehilangan benar-benar kurasakan sekarang, di saat waktu itu ada ku hanya diam dan menghiraukan,sesal datang tak bisa ku hindarkan lagi,dimana sang waktu mulai marah padaku,kata maaf pun tak bisa ku luntarkan lagi dri mulut ini,sesal kenapa aku mengabaikan semua,berandai-andai ku dulu agar waktu bisa berputar,namun kenyataan semua hanya mimpi,
maaf kan ananda bapak,tak bisa memberikan yg terbaik untukMU,di saat rasa sakik itu datang ku tahu,ku tak peduli,malah menghiraukan,
rasa sesal itu datang sekarang bapak,andai saja sekarang bapak ada,aku akan perbaiki semua,
ku belum dapat kedewasaan diri di saat bapak tabah memdapatkan cobaan itu

maaf kan ananda bapak

0
Posted by Unknown on 3:28 AM in
saat komunikasi membuat rindu ilang
saat rasa ini mulai yakin dengan ini semua
saat ku ingin kamu disisi ini
ku yakin kamu adalah bidadari pagi ku

kamu adalah cahaya di titik hitam ini
kamu adalah sosok bidadari pujaan hati
kamu adalah segala macam puisi ini
kamu adalah bidadari pagiku
tak lebih dari itu
karena ku yakin itu semua

aku yg tak tahu arah
aku yg keilangan jiwa
sang waktu mulai membenci
semua hanya dusta
kamu datang memberi cahaya
aku bersyukur kamu ada


0
Posted by Unknown on 9:35 PM
mereka hanya manusia
aku pun manusia
namun semua berubah
ketika harta yg menentukan mereka 

aku hanya bisa diam
tak lebih dari patung yg dikencingi oleh anjing
aku mulai melihat itu semua
namun apa daya aku hanya seperti patung tua

kalian yg begitu bangga
kalian yg begitu senang 
kalian yg begitu sombong
dengan harta yg di titipkan tuhan

harta yg mengubah semuanya
harta yg memberikan kekuasaan
namun harta juga yg menghacurkan 
dan harta juga yg membuat org mengerti dengan kehidupan

aku malu pada tuhan
yg memberikan harta selama ini


2

Kekejaman Milisi Cina Indonesia‘Po An Tui’ Terhadap Kaum Pribumi

Posted by Unknown on 8:08 AM
Milisi Cina Indonesia yang dikenal sebagai ‘Po An Tui’ yang dibentuk oleh Administrasi Belanda untuk membantu mereka melawan Pejuang Indonesia. Beberapa unit (seperti di Jawa Tengah) Lasykar Cina Indonesia  ini terlibat dalam Agresi,(Memerangi kembali Indonesia) dan beberapa dugaan mereka melakukan kejahatan perang dengan membunuh POW (tawanan perang) di Temanggung./militaryphotos.net/forums

0
Posted by Unknown on 12:52 AM in
apa yg kita cari?
waktu itu kita saling buat kesepakatan
waktu itu kita saling menyakinkan
namun sering waktu berjalan semua sirna

kenapa janji itu lupa
kenapa kita tak sepaham lagi
kenapa semua itu berubah
kenapa,kenapa dan kenapa yg begitu byk pertanyaan
aku bingung dengan itu semua

kita yg dulu sepaham
kita yg dulu sejalan
kita,kita tentang kita
semua itu tentang kita

ada apa dengan ini semua
paham,ideologi,keyakinan,
kemana itu semua
kemana perginya

kita menyakini itu semua
kita yg membuat itu semua
kita yg membuat bertahan
namun kita yg menghacurkan y pula

0

Fakta Menarik dan Unik Tentang One Piece

Posted by Unknown on 12:23 AM in




0

Rahasia D pada "Nama Luffy" One Piece

Posted by Unknown on 6:53 AM in


RAHASIA HURUF D PADA "NAMA LUFFY"



oke gan sekarang waktunya saya cuap cuap. apasih sebenarnya arti kata ato huruf D pada nama tokoh luffy keren yang di one piece. Sebenarnya ini merupakan Rahasia Echiro Oda karena yang saya tau mereka yang menyadang nama D adalah orang2 yang unik dan bahaya. langsung saja berikut ane lontarkan dari mulai sejarah, rahasia, arti sampai penyandang.

Sejarah
900 tahun yang lalu dunia dikuasai oleh orang-orang yang memiliki tekad D. Mungkin karena merasa kekuasaan mereka (raja) terancam oleh orang-orang berinisial D, maka mereka melakukan persekutuan untuk melakukan kudeta. Seluruh orang yang memiliki tekad D dihabisi. Dan masa-masa itu (900-800 tahun yang lalu) dikenal sebagai "era abad yang hilang" yang disembunyikan oleh pemerintah. Tapi beberapa orang yang berinisial D yang selamat bertekad suatu hari akan membalas dan merebut kembali dunia dari mereka yang kelak dikenal dengan nama "World Government ". Karena merasa terancam oleh orang-orang tersebut, maka bergabunglah 20 kerajaan yang saling bergabung dan membentuk apa yang sekarang dikenal dengan World Government (WG) yang sekarang tergabung dari 170 negara) agar bisa memastikan kerahasiaan di era abad yang hilang tetap terjaga dengan cara apapun. Tenryuubito adalah keturunan langsung dari mereka. Orang-orang berinisial D pun menurunkan sejarah tersebut lewat poneglyph (ukiran batu kokoh yang lebih keras dari baja). Poneglyph-poneglyph itu tersebar di wilayah grand line dalam bahasa kuno. lengkap dengan senjata-senjata yang dapat merebut kembali dunia : pluton (arabasta), poseidon (skypiea), dan neptun. Setiap pulau yang di warisi poneglyph harus menjaganya agar dapat di turunkan kepada pemilik tekad D yang pantas. keseluruhan poneglyph akan menuntun orang yang sanggup menemukannya pada fakta sejarah yang hilang 900 tahun yang lalu di mana kunci terakhir berada di ujung grandline Raftel.


1
Posted by Unknown on 1:36 AM in
TAN MALAKA : GERILYAWAN REVOLUSIONER YANG LEGENDARIS
Diketik ulang dari Brainwashed, Jakarta Extreme Fanzine, June’99, Issue #7.


Tan Malaka –lengkapnya Ibrahim Datuk Tan Malaka—menurut keturunannya ia termasuk suku bangsa Minangkabau. Pada tanggal 2 Juni 1897 di desa Pandang Gadang –Sumatra Barat—Tan Malaka dilahirkan. Ia termasuk salah seorang tokoh bangsa yang sangat luar biasa, bahkan dapat dikatakan sejajar dengan tokoh-tokoh nasional yang membawa bangsa Indonesia sampai saat kemerdekaan seperti Soekarno, Hatta, Syahrir,Moh.Yamin dan lain-lain.
Pejuang yang militan, radikal dan revolusioner ini telah banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang orisinil, berbobot dan brilian hingga berperan besar dalam sejarah perjaungan kemerdekaan Indonesia. Dengan perjuangan yang gigih maka ia mendapat julukan tokoh revolusioner yang legendaris. Pada tahun 1921 Tan Malaka telah terjun ke dalam gelanggang politik. Dengan semangat yang berkobar dari sebuah gubuk miskin, Tan Malaka banyak mengumpulkan pemuda-pemuda komunis.Pemuda cerdas ini banyak juga berdiskusi dengan Semaun (wakil ISDV) mengenai pergerakan revolusioner dalam pemerintahan Hindia Belanda. Selain itu juga merencanakan suatu pengorganisasian dalam bentuk pendidikan bagi anggota-anggota PKI dan SI (Syarekat Islam) untuk menyusun suatu sistem tentang kursus-kursus kader serta ajaran-ajaran komunis, gerakan-gerakan aksi komunis, keahlian berbicara, jurnalistik dan keahlian memimpin rakyat. Namun pemerintahan Belanda melarang pembentukan kursus- kursus semacam itu sehingga mengambil tindakan tegas bagi pesertanya.


0
Posted by Unknown on 1:34 AM in
Syeikh Jamil Jambek, Sang Penentang Hukum Adat

KETIKA usia belasan tahun, Muhammad Jamil Jambek dikenal sebagai parewa (preman) di kampunghalamannya, Nagari Kurai, Bukittinggi, Sumatera Barat. Ia keluar masuk kampung sebagai jagoan dengan keahlian pencak silat. Banyak pemuda yang takut berkelahi dengannya.

Menyabung ayam, bagian dari tradisi masyarakat Minangkabau kala itu, adalah kebiasaannya. Ia juga pernah mengisap candu. Saking gemarnya mengisap barang haram ini, ia dapat membedakan mana bau rokok dengan bau candu dari kejauhan. Keahlian ini juga yang membuat anak muridnya sering katahuan saat usai mengisap candu.


0

kamu yang ada

Posted by Unknown on 1:33 AM in
wajah yang manis
senyum yang menawan
dan bola mata yang indah
semua itu tentng kamu

kamu yang manis
kamu yang menawan
dan kamu yang indah
semua itu tentang kamu

tak lebih dan tak kurang
rasa itu tumbuh
tak tahu kenapa
tak tahu biasa
tak pernah bertemu sebelumnya
karena kamu adalah bidadari pagi ku

aku ingin merasakan itu
aku ingin kamu merasakan juga
karana kamu adalah surgaku
yang tembus pada saat dunia mulai hilang

aku yang mulai berbicara tentang cinta
aku yang mulai bertindak akan rasa ini
namun aku yang mulai takut akan keilangan
krana semua itu aku yg mencintai kamu apa adanya

kamu adalah bidadari pagi ku
dan kamu adalah surga bagi hatiku yang kosong

0

Syeikh Ahmad Khatib

Posted by Unknown on 8:35 AM in
Syeikh Ahmad Khatib bin Abdul Latif bin Abdullah al-Minankabawi dilahirkan dari keluarga yang berlatar belakang agama dan adat yang kuat pada tanggal 26 Juni 1855 M/6 Dzulhijjah 1276 H di Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Ayahnya adalah seorang hakim dari kaum Paderi yang sangat menentang keberadaan kolonialisme di Minangkabau, Sumatera Barat.  


1

Pidato Tan Malaka (1922) Tentang Komunisme dan Pan-Islamisme

Posted by Unknown on 9:08 PM in


Penerjemah: Ted Sprague

       Ini adalah sebuah pidato yang disampaikan oleh tokoh Marxis Indonesia Tan Malaka pada Kongres Komunis Internasional ke-empat pada tanggal 12 Nopember 1922. Menentang thesis yang didraf oleh Lenin dan diadopsi pada Kongres Kedua, yang telah menekankan perlunya sebuah “perjuangan melawan Pan-Islamisme”, Tan Malaka mengusulkan sebuah pendekatan yang lebih positif. Tan Malaka (1897-1949) dipilih sebagai ketua Partai Komunis Indonesia pada tahun 1921, tetapi pada tahun berikutnya dia dipaksa untuk meninggalkan Hindia Belanda oleh pihak otoritas koloni. Setelah proklamasi kemerdekaan pada bulan Agustus 1945, dia kembali ke Indonesia untuk berpartisipasi dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda. Dia menjadi ketua Partai Murba (Partai Proletar)), yang dibentuk pada tahun 1948 untuk mengorganisir kelas pekerja oposisi terhadap pemerintahan Soekarno. Pada bulan Februari 1949 Tan Malaka ditangkap oleh tentara Indonesia dan dieksekusi.

0

Kegagalan Historiografi indonesiasentris ??

Posted by Unknown on 9:03 PM in

Penulisan sejarah Indonesia pada masa kolonial umumnya hanya ditulis berdasarkan sumber-sumber Barat peninggalan administrasi kolonial. Kecenderungan para sejarawan yang terlalu menggantungkan sumber-sumber kolonial ini ternyata “menjadi salah satu penyebab gagalnya historiografi Indonesiasentris yang telah dirintis sejarawan Sartono Kartodirdjo.”
Perspektif sejarah indonesiasentris menunjukkan dua babak baru dalam sejarah Indonesia. Pertama, sebagai titik balik historiografi tentang Indonesia yang selama ini bersifat netherlandsentris, kemudian selanjutnya digantikan dengan indonesiasentris. Kedua, dimulainya historiografi Indonesia moderen oleh orang Indonesia dan di negerinya sendiri, dengan ditandai berlangsungnya Seminar Sejarah Nasional Indonesia pertama di Yogyakarta tahun 1957.

0

Haji Miskin

Posted by Unknown on 8:58 PM in
Haji Miskin berasal dari Pandaisikek Tanah Datar, telah ikut serta bersama Tuanku nan Tuo memperbaiki keamanan para pedagang di pedalaman Minangkabau. Ia berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 1803 bersama Haji Sumanik dan Haji Piobang.  Pada saat berada di Mekah, ia berkenalan dengan aliran Zahiriyah yang dipelopori Muhammad Abdul Ibnu Wahab ( 1703-1792), sebagai lanjutan dari pemikiran Ibnu Taimiyah (1263- 1308). Gerakan ini dikenal dengan nama Gerakan Wahabi yang dapat mempergunakan pengaruh keluarga Su'ud dari Nejd.


Ketiga haji itu menerangkan pengalaman mereka masing-masing selama di Mekah kepada tuanku-tuanku dan alim ulama di Luhak Agam, Tanah Datar dan Lima Puluh. Pada setiap kesempatan, Haji Miskin menjelaskan aliran Wahabi di Mekah dalam melaksanakan pembaruan agama. Ia bersama Tuanku Nan Tuo menganjurkan kembali ke syariat berdasarkan al Quran. Mereka menentang menafsirkan fikih untuk kepentingan dunia. Menentang bid'ah dan khurafat yang dimasukkan ke dalam Islam. Kembali ke ajaran yang murni, menurut ajaran Wahabi, ialah menentang fatwa-fatwa ulama yang mendasarkannya pada Qur an dan Hadis. Di dalam fikih, kaum Wahabi menentang segala macam qiyas. Di dalam kehidupan sehari-hari, mereka menentang pemujaan orang keramat. Hukumnya disamakan dengan menyembah berhala. Mereka menentang minum khamar, memakai pakaian dari sutra dan memakai perhiasan emas.



0
Posted by Unknown on 11:15 AM in


Jiwa yg sesasat kosong di telan bumi
Kini mati dan perlahan berhenti
Setapak demi setapak menghitamkan jalan ku
Tinggalkan semua masalah tanpa penyelasan
Yg bisa di mengerti oleh ku

Pecahan menjadi serpihan pasir
Terisap nafas sang waktu dan perlahan menghilang
Dan kini tubuh tanpa jiwa ini
Terus berjalan tanpa arah dan tujuan

Bersama hati dan darah yg tersisa
Aku terlahir seperti iblis
Iblis dari tubuh tanpa jiwa
Itulah diriku

0
Posted by Unknown on 11:12 AM in
indah


Semua begitu indah dalam alunan syair lagu yg membawa ku melayang akan sebuah mimpi,keindahan tak luput dri pandangan manusia akan indahnya cinta suci dua insan dimana semua akan selalu di kenang dalam sejarah kehidupan,cinta yg begitu indah dalam hal kebersamaan,ku mulai bermimpi akan sebuah cinta indah,mimpi yg membawa ku akan sebuah angan ntuk bertemu akan sebuah surga cinta,ku mulai mencari-cari sebuah cinta yg ku yakin akan ada padamu,cinta ku yakini akan setia dalam semua hal,senang,sedih,gembira,tawa,ceria,marah,menagis ingin ku lalui bersama mu,tak ada kata penyesalan dalam hidup ku ntuk mendapatkan cinta mu,

                Ku selalu menuggu cinta dari mu krna ku yakin semua akan indah pada waktunya,tak perlu jurang yg memisahkan kita,krna semua itu akan ada di saat kamu merasakan juga cinta dri ku,matahari tak selamany besinar namun cintaku tidak krna kamu selalu menerangi hati ini sampai saat ini,rasa cinta yg ku tahu lahir dri hati yg dalam.

0
Posted by Unknown on 11:06 AM in
Kronologis Perang Dunia II

Perang Dunia II, secara resmi mulai berkecamuk pada tanggal 1 September 1939 sampai tanggal 14 Agustus 1945. Meskipun demikian ada yang berpendapat bahwa perang sebenarnya sudah dimulai lebih awal, yaitu pada tanggal 1 Maret 1937 ketika Jepang menduduki Manchuria.
Sampai saat ini, perang ini adalah perang yang paling dahsyat pernah terjadi di muka bumi. Kurang lebih 50.000.000 (lima puluh juta) orang tewas dalam konflik ini.

Umumnya dapat dikatakan bahwa peperangan dimulai pada saat pendudukan Jerman di Polandia pada tanggal 1 September 1939, dan berakhir pada tanggal 14 atau 15 Agustus 1945 pada saat Jepang menyerah kepada tentara Amerika Serikat.
Perang Dunia II berkecamuk di tiga benua: yaitu Afrika, Asia dan Eropa.

0
Posted by Unknown on 11:03 AM in
KERAJAAN KEDIRI

Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan besar di Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-12. Kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Pusat kerajaanya terletak di tepi S. Brantas yang pada masa itu telah menjadi jalur pelayaran yang ramai. Kerajaan Kediri lahir dari pembagian Kerajaan Mataram oleh Raja Airlangga (1000-1049). Pemecahan ini dilakukan agar tidak terjadi perselisihan di antara anak-anak selirnya. Tidak ada bukti yang jelas bagaimana kerajaan tersebut dipecah dan menjadi beberapa bagian. Dalam babad disebutkan bahwa kerajaan dibagi empat atau lima bagian. Tetapi dalam perkembangannya hanya dua kerajaan yang sering disebut, yaitu Kediri (Pangjalu) dan Jenggala. Samarawijaya sebagai pewaris sah kerajaan mendapat ibukota lama, yaitu Dahanaputra, dan nama kerajaannya diubah menjadi Pangjalu atau dikenal juga sebagai Kerajaan Kediri.

0
Posted by Unknown on 11:01 AM in
Inspiring story tentang nilai dari sebuah cinta.

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak: ada
CINTA, KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN dan sebagainya. Awalnya mereka
hidup berdampingan dengan baik dan saling melengkapi.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba
naik semakin tinggi dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau
cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak
dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari
pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki CINTA.

Tak lama CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu.
"KEKAYAAN! KEKAYAAN! Tolong aku!" teriak CINTA. Lalu apa jawab KEKAYAAN,
"Aduh! Maaf, CINTA!" kata KEKAYAAN. "Perahuku telah penuh dengan harta bendaku.
Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat
lagi bagimu di perahuku ini." Lalu KEKAYAAN cepat-cepat mengayuh perahunya pergi
meninggalkan CINTA.

CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya.
KEGEMBIRAAN! Tolong aku!", teriak CINTA. Namun apa yang terjadi, KEGEMBIRAAN terlalu
gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tuli tak mendengar teriakan CINTA.

Air makin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik. Tak lama
 lewatlah KECANTIKAN. "KECANTIKAN! Bawalah aku bersamamu!", teriak CINTA. Lalu apa
jawab KECANTIKAN, "Wah, CINTA, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut.
Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut KECANTIKAN. CINTA sedih sekali
mendengarnya. CINTA mulai menangis terisak-isak.

Apa kesalahanku, mengapa semua orang melupakan aku? Saat itu lewatlah KESEDIHAN.
Lalu CINTA memelas, "Oh, KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu", kata CINTA. Lalu apa
kata KESEDIHAN, "Maaf, CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja...",
kata KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya.

CINTA putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. CINTA terus
berharap kalau dirinya dapat diselamatkan. Lalu ia berdoa kepada Tuhannya, oh  Tuhan
tolonglah aku, apa jadinya dunia tanpa aku, tanpa CINTA? Pada saat kritis itulah tiba
-tiba terdengar suara, "CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!" CINTA menoleh ke arah
suara itu dan melihat seorang tua reyot berjanggut putih panjang sedang mengayuh
perahunya. Lalu cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air
menenggelamkannya. Kemudian di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan CINTA dan
segera pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar, bahwa ia sama sekali tidak
mengetahui siapa orang tua yang baik hati menyelamatkannya itu.

CINTA segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya
orang tua itu. "Oh, orang tua tadi? Dia adalah "WAKTU", kata orang itu. Lalu CINTA
bertanya "Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman
yang mengenalku pun enggan menolongku", tanya CINTA heran.

"Sebab, kata orang itu, "hanya WAKTU lah yang tahu berapa nilainya harga sebuah
CINTA itu"


0
Posted by Unknown on 10:59 AM in
KEJUJURAN


Kejujuran itu seperti es krim
Kalau tidak dilahap bakalan cepat meleleh
Hilang ditelan hawa panas
Bisep di tangan itu kan otot fisik
Nah, kejujuran itu otot mental
Dan otot harus dilatih terus
Biar kuat
Untuk hari ini latihan kejujuran gw
Jujur pada diri sendiri
Gw takut
Takut kalau intuisi gw
Mengenai banyak hal s’lama ini salah
Gw takut
Takut kalo gw bangun besok
Matahari ngga muncul di timur
Atau
Gimana kalo gw bangun besok
Dan gw baru tau kalau
Kalau hati bisa salah


0
Posted by Unknown on 1:17 AM in
saat cinta ini mulai tumbuh
rasa ingin memiliki itu pasti ada
cinta yg tumbuh begitu dalam
hingga dunia yg kejam ini terasa indah

kamu yg begitu mempesona
kamu yg menberikan senyum manis
dan itu semua tentang kamu
kamu yg menberikan revolusi pada hati ini
aku jatuh cinta pada kamu

ketika hati ini ingin kamu merasakan
tak kan gundah aku ntuk merasakan
rasa yg datang tanpa salam
jatuh kedalam dunia keindahan
dan akhirnya ku begitu terbuai dengan cinta ini

namun sebuah pertanyaan muncul
apakah kamu bisa merasakan itu semua??


0
Posted by Unknown on 10:43 PM
makin hari makin semeraut
mereka yg bangga pernah menjadi raja
membawa mereka sok sekarang
sok akan pernah kekuasaan

mereka yg dulu blum sempurna
bahkan lebih buruk dari sekarang
namun mereka lupa semua
yg terjadi waktu masa mereka

bukan membimbing malah mencaci
bukan membantu malah menjatuhkan
seperti anjing yg lupa akan tuan y
seperti itu pula mereka
yg lupa dengan pa yg mereka buat waktu dulu



0
Posted by Unknown on 10:40 PM in

TAN MALAKA DAN BUKU-BUKU PENJEBOL WACANA

SEBAGAIMANA diutarakan Goenawan Mohamad, pada hari-hari dalam bulan Agustus 1945, yang runtuh bukan sebuah kekuasaan politik. Hindia Belanda sudah tidak ada, otoritas pendudukan Jepang yang menggantikan juga baru saja kalah. Yang ambruk adalah sebuah wacana.
Sebuah wacana adalah sebuah bangunan perumusan. Tapi, yang berfungsi di sini bukan sekadar bahasa dan lambang. Sebuah wacana dibangun dan ditopang kekuasaan dan sebaliknya, membangun serta menopang kekuasaan itu. Ia mencengkeram. Kita takluk dan bahkan takzim kepadanya. Sebelum 17 Agustus 1945, ia membuat ribuan manusia tak mampu menyebut diri dengan suara penuh, ”kami, bangsa Indonesia” -apalagi sebuah ”kami” yang bisa ”menyatakan kemerdekaan” (Tempo, 8/09).
Ya, Agustus adalah puncak gelora revolusi. Jika kemudian sebuah revolusi dimaknai sebagai ”menjebol dan membangun”, yang dijebol adalah wacana kolonial, sedangkan yang dibangun adalah wacana kebangsaan, keindonesiaan: kami adalah bangsa Indonesia.
Terkait hal itu, ungkapan ”pengetahuan adalah kekuasaan” dari Francis Bacon, tampaknya, benar-benar diresapi oleh Soekarno, Mohammad Hatta, Tan Malaka, Sutan Sjahrir, Moh. Yamin, Sukarni, Chairul Shaleh, dan para tokoh pergerakan lainnya.
Misalnya, Sjahrir yang tekun membaca Immanuel Kant, Karl Marx, John Stuart Mill, hingga Ortega Y. Gasset membawanya pada kesimpulan, ”Timur makin memerlukan ilmu pengetahuan dan rasionalisme Barat. Timur tidak lagi memerlukan mistisme dan kepasrahan yang membuatnya menderita.”
Kemudian, Mohammad Hatta suatu saat menulis esai Hindiana! Esai itu berkisah tentang seorang janda kaya bernama Hindiana. Dia menyesal menikah dengan Wollandia karena suami barunya itu mengeruk habis harta Hindiana. Alegori dalam esai Hatta tersebut membuat pemerintah kolonial gelisah dan tak mengira seorang pribumi muda mampu menulis sarkasme seperti itu.
Di antara para tokoh tersebut, yang paling fenomenal sekaligus paling dilupakan adalah Ibrahim Datuk Tan Malaka. Lewat tulisan yang berjudul Naar de Republiek (Menuju Republik Indonesia) pada 1925, Tan Malaka adalah orang pertama yang menggulirkan pemikiran secara tertulis tentang konsep berdirinya negara-bangsa bernama Republik Indonesia. Gagasan itu jauh lebih dulu daripada pemikiran serupa yang dituliskan Hatta dalam Indonesia Vrije(Indonesia Merdeka): pleidoi Hatta di depan Pengadilan Belanda di Den Haag pada 1928 maupun Menuju Indonesia Merdeka yang ditulis Soekarno pada 1933.
Tan Malaka juga merupakan prototipe pejuang kemerdekaan yang militan dan punya kemampuan lengkap: cerdas dan kreatif di level gagasan, tapi juga cekatan dan ulet dalam mengorganisasi massa rakyat. Tan membuktikannya dengan menulis buku-buku revolusioner, inspiratif, sekaligus membangkitkan semangat anti kolonialisme. Di antaranya, Massa Actie,MadilogDari Penjara ke Penjara, dan Gerpolek.
Khusus untuk buku Massa Actie (terbit 1926), diakui terus terang oleh tokoh pergerakan dan bapak bangsa lain menjadi inspirasi utama bagi mereka untuk meneguhkan idealismenya dalam mengusir penjajahan dari bumi Indonesia. Bahkan, bagi Soekarno, buku itu merupakan ilham sekaligus bahan kutipan untuk menyusun Indonesia Menggugat: pleidoinya yang akhirnya sangat tersohor itu. Tak ketinggalan, frasa ”Indonesia tanah tumpah darahku” dalam lagu Indonesia Raya diakui oleh W.R. Supratman diambil dari bagian akhir buku Massa Actie.
Selama 51 tahun hidupnya, Tan menjelajahi tak kurang dari 21 tempat dan 11 negara dengan kondisi sakit-sakitan serta pengawasan ketat agen-agen Interpol. Mulai Minangkabau (tanah kelahirannya) hingga melanglang buana ke Belanda, Jerman, Inggris, Moskow, Filipina, Burma, Beijing, Thailand, dan kembali lagi ke Indonesia untuk bergerilya ke Banten, Jakarta, Surabaya, Purwokerto, Jogjakarta, hingga tewas ”dibunuh” di Kediri pada 21 Februari 1949. Semua petualangan dan pengorbanan itu dilalui demi satu hal: kemerdekaan Indonesia.
Dalam proses tersebut, Tan juga menghasilkan 23 karya tulis yang turut menerangi obor revolusi. Di antaranya, Parlemen atau Soviet (1920), Si Semarang dan Onderwijs (1921), Naar de Republiek Indonesia (1925), Massa Actie (1926), Manifesto Bangkok (1927), Aslia Bergabung (1928), Madilog(1943), Muslihat (1945), Thesis (1946), Islam dalam Tinjauan Madilog (1948), Pandangan Hidup(1948), Kuhandel di Kaliurang (1948), dan Gerpolek (1948).
Sebagaimana diwartakan majalah Tempo (17 Agustus 2008), semua fakta perjalanan hidup Tan Malaka tersebut diungkap oleh sejarawan Belanda Harry Albert Poeze dalam buku setebal 2.200 halaman yang berjudul Vurguisd en Vergeten, Tan Malaka, de Linkse Beweging en de Indonesische Revolutie (Tan Malaka, Dihujat, dan Dilupakan, Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia).
Bak pedang bermata ganda. Di satu sisi, buku itu adalah ensiklopedia lengkap tentang Tan Malaka yang akan memudahkan kita mempelajari sepak terjang Tan Malaka dalam merintis berdirinya republik ini. Di sisi lain, buku tersebut juga menampakkan ironi pemerintah Indonesia: alangkah malunya bangsa kita ketika mengetahui bahwa justru seorang sejarawan Belanda yang proaktif mengungkap sisi-sisi kepahlawanan Tan Malaka. Sedangkan pemerintah Indonesia tidak peduli sama sekali, bahkan seolah ingin menghapus nama Tan Malaka dari sejarah Indonesia. (*)
*) MOHAMMAD AFIFUDDIN , bergiat di Lingkar Studi Filsafat Sense of Aufklarung Community PMII Jember
**) Dikronik dari Jawa Pos edisi 6 Desember 2009

0

kamu

Posted by Unknown on 2:03 AM in
Dari sudut bangunan kokoh ini
Aku melihat sesuatu yg berbeda
Ada yg menganjal di hati ini
Begitu resah,gelisah,senang
Campur jadi cinta

Kamu yg begitu menawan
Cahaya senja di hati yg suci ini
Berdiri di bawah bangunan itu
Membuat seakan waktu berhenti berjalan

Adakah kamu merasakan itu??
Jika tidak,aku kan membawa rasa itu sekarang
Namun jika kamu merasakan aku akan menyebarkannya
Karna aku jatuh cinta padamu

Senyum dan kecerian yg kamu bawa selalu ku rekam
Tak seubah udara yg menbawa kehidupan di bumi ini
Kamu
Kamu
Dan kamu
Yg akan selalu ku simpan di hati ini
Dan kan selalu ku ingat dalam memori kecil di otak ku




0

kemana mereka???

Posted by Unknown on 1:52 AM in
Ntah kenapa semua hanya semu
Melihat mereka yg dulu senang
Sekarang mulai hilang
Apa yg sebenarnya terjadi??

Waktu dulu mereka sangat dibanggakan
Namun sekarang,tak tahu lagi
Apa beda sistem?
Atau belum bisa menerima kenyataan??
Aku tak bisa menerima itu semua

Dimana mental mereka yg dulu kokoh
Dimana ceria itu bersinar
Tapi sekarang aku melihat nya miris sekali

Apa pendewasaaan diri itu blum ada??
Atau mereka terlalu enak dengan kenyamana itu dulu.

Perubahan dalam sesuatu itu wajar
Kenapa mereka tak bisa menerima itu semua
Kebijakan yg kami buat hanya ntuk mereka
Namun kenapa mereka tak bisa menerimanya???

Kita yg salah atau mereka yg tak bisa menerima kenyataan???
Sampai sekarang aku blum bisa menjawab itu semua
Karena bagiku semua ini kebijakan yg kami buat ntuk mereka
Tak lebih dari itu.



0

menikmati

Posted by Unknown on 9:00 PM in


Melihat mereka dengan waktu yang  di mafaatkan begitu senang
Waktu trus berjalan dan mereka menikmatinya
Tak da kebosanan mereka rasakan
Iri mungkin itu yg kurasakan,
Namun itu cerita mereka
Tak seperti yg kurasakan
Sangat lah berbeda dan jauh dari yg ku pikirkan

Ku sangat merasakan akan cinta darimu
Berbeda dari mereka yg hanya menikmati waktu saja
Ku lebih dari itu bahkan melebihi yg ku pikirkan
Harus nya berterima kasih dan bersyukur
Karena ku bertemu dengan kamu
Rasa ini membuat ku makin dewasa



0

Tan Malaka: Nasionalisme Seorang Marxis

Posted by Unknown on 7:14 AM in
TAN Malaka meninggal pada usia 52 tahun. Setengah dari usia itu dilewatkannya di luar negeri: enam tahun belajar di Negeri Belanda dan 20 tahun mengembara dalam pelarian politik mengelilingi hampir separuh dunia. Pelarian politiknya dimulai di Amsterdam dan Rotterdam pada 1922, diteruskan ke Berlin, berlanjut ke Moskow, Kanton, Hong Kong, Manila, Shanghai, Amoy, dan beberapa desa di pedalaman Tiongkok, sebelum dia menyelundup ke Rangoon, Singapura, Penang, dan kembali ke Indonesia. Seluruhnya berlangsung antara 1922 dan 1942 dengan masa pelarian yang paling lama di Tiongkok.


1

Warisan Tan Malaka

Posted by Unknown on 7:02 AM in
Warisan Tan Malaka

MENGAPA Tan Malaka tidak berhasil membesarkan Partai Murba? Jawabnya jelas, karena ia ditembak mati di Kediri tiga bulan setelah mendirikan partai itu. Pilihan hari pembentukan partai itu, 7 November 1948—bertepatan dengan hari revolusi Rusia—tentu tak sembarangan. Murba muncul setelah Partai Komunis Indonesia tersingkir pasca-Peristiwa Madiun, September 1948. Karena itu Murba dicitrakan sebagai partai komunis baru atau semacam pengganti PKI.
Itu pula yang kemudian menyebabkan keduanya bukan hanya bersaing sebagai organisasi kiri melainkan bermusuhan. Pertikaian paham mengenai pemberontakan PKI 1926/1927 antara Tan Malaka dan Musso berdampak panjang. Ketika Musso pulang ke Indonesia pada 1948, program politiknya memiliki berbagai kesamaan dengan Tan Malaka. Namun, ketika ditanya wartawan apakah mereka akan bekerja sama, Muso menjawabnya sinis. Bila ia punya kesempatan, katanya, yang pertama dilakukannya adalah menggantung Tan Malaka.


0

tentang kebersamaan kita

Posted by Unknown on 6:14 AM in

disaat kita blum saling mengenal
ini cerita tentang kami yg menemukan keluarga baru di ukkpk,dimana kami merasakan keluarga yg baru setelah keluarga di rumah,hhmmmmm mungkin sejenak flasback kebelakang yg di awali dengan pertemuan di akhir minggu januari tahun 2011 yg disaat itu kita belum mengenal satu dengan yg lain,kami yg masih minim dengan arti komunikasi atau masih bergetar kaki ini jika berdiri di panggung acara.
kita yg bermacam-macam jurusan bersatu di belakang rektorat lama,di sana kami bertemu dengan senior yg paham dengan arti komunikasi tersebut,kita melihat orang-orang yg tak takut menghadapi ribuan orang,pada waktu itu begitu bayak teman-teman datang menghadiri pertemuan pertama itu yg di pikiran kita bahwa belajar komunikasi itu sangatlah susah.
waktu trus berjalan seiring dengan pertahanan hati kami ntuk mencari pengalaman tentang komunikasi ini,dan kita akhirnya bertahan pada titik dimana kita menjadi keanggotaan itu,yaitu UKKPK,,

waktu pelatihan MC


 waktu trus berganti kita di kasih pembelajaran tentang komunikasi tersebut,mulai dasar berbicara sampai atur nafas yg kita sadari itu membuat sakit awalnya namun krn terbiasa jdi hal biasa seperti kata seniaor kita dulu "bisa karena terbiasa" kata itu yg kami yakini sampai sekarang,sejalan itu juga pertemanan kita trus dekat,bahkan lebih dekat lagi bahkan sampai lupa akan pacaran kita sendiri #dikit alay,
ada rasa,ada cinta dan ada kecemburuan yg kita rasakan,semua itu ada di UKKPK ini,walaupun ada yg terwujud ,bahkan patah hati,namun itu kita dapat di UKKPK ini,sebuah komunikasi yg kita pengang trus sampai mati,aku berharap jangan pernah hilang dari UKKPK teman,disini kita memulai komunikasi itu.

 kita yg bersatu ntuk kekeluargaan itu sangat lah menyentuh hatiku ntuk memajukan UKKPK,berkah kebersamaan itu kita berani melawan lawan seribu org yg kita hadapi,tak bisa di ungkap dengan kata2,
kita pengang teguh trus komunikasi ini,sampai anak cucu kita tentang arti komunikasi ini dan persahabatan kita :)

TERIMA KASIH UKKPK,ruang itu yg mengajari kita,dan semua tentang rasa,sayang,cinta,dendam,marah,kedispilinan dan kekeluargaan.
TERIMA KASIH

aku menantap ruang itu dengan lama
ada rasa yg berbeda dalam ruang itu
kesenangan hati yg berbeda
ntah apa yg di pikiran ku ini,
ntah apa yg ku rasakan ini
semua ku rasakan sangat lah sempurna
     
         aku berterima kasih
         andai ku tak masuk dalam ruang itu
         mungkin aku tak seperti ini
         terima kasih UKKPK

teman-teman seperjuangan ku
aku bersyukur mengenal kalian
tanpa kalian kita tak saling bertemu
mungkin tak ada cerita,pengalaman,duka
ada rasa cinta,rasa sayang dan kekeluargaan itu
di sini,di ruang 4X4 ini kita menyatukan semua
terima kasih semuanya
UKKPK,senior,teman-teman dan adik-adik semua

        tanpa ada rasa pamri
        tanpa ada rasa minta kembali ilmu itu
        kita bersyukur
        kita penggang ilmu yg kita dapat itu
        dan akan menjadi sejarah di kemudian hari

persahabantan yg kita jalin
menjadi cerita untuk anak cucu kita nanti
dan jangan putus persahabantan ini,
karena kita keluarga UKKPK







0

Meniti Jalan Radikal

Posted by Unknown on 8:30 AM in

DISKUSI tiga tokoh komunis itu berlangsung alot. Hari itu, pada suatu siang Maret 1948, Paul de Groot, Musso, dan Soeripno bertemu di Praha, Cekoslovakia. De Groot merupakan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Belanda. Adapun dua nama terakhir tokoh komunis Indonesia.
Pertemuan itu dilakukan untuk merumuskan strategi baru gerakan komunis Indonesia. De Groot, dalam pertemuan itu, menghendaki Indonesia tetap menganut garis front rakyat yang lebih kooperatif. Adapun lawan diskusinya tak sependapat. Musso ingin komunis Indonesia memakai garis perjuangan radikal. Ia menolak gagasan rekannya dari Belanda itu, yang dinilai terlalu "lembek".
Diskusi juga melebar ke soal status hubungan Indonesia-Belanda. De Groot ingin hubungan dua negeri ini dalam kerangka persemakmuran, sedangkan Musso menginginkan kemerdekaan sepenuhnya. Jalan tengah akhirnya dicapai. Disepakati Belanda akan diberi keleluasaan di bidang ekonomi dan kebudayaan.
Pertemuan ini akhirnya merumuskan garis besar arah pergerakan kaum komunis Indonesia. Ditandatangani wakil Indonesia, Belanda, dan Cekoslovakia, dokumen itu lantas dikirim ke Moskow untuk mendapat persetujuan. Haluan baru inilah yang kemudian dibawa Musso dan Soeripno, yang saat itu menjabat Duta Besar RI di Cekoslovakia, ke Tanah Air pada Agustus 1948. Menurut Himawan Soetanto, mantan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata RI, dalam bukunya Rebut Kembali Madiun, haluan ini dipengaruhi "garis Zhdanov".

0

Pemberontak dari Alam Permai Minangkabau

Posted by Unknown on 8:15 AM in

BERDIRI di tempat tinggi, menadahkan kedua tangannya, Roger Tol, peneliti dari lembaga Belanda KITLV, berseru, ”Mengapa di tempat yang indah dan subur ini lahir seorang pemberontak?” Harry Poeze, sejarawan peneliti Tan Malaka yang tegak di sampingnya, hanya membisu.
Adegan itu terjadi di Pandan Gadang, tempat lahir Ibrahim Datuk Tan Malaka, 32 kilometer dari Payakumbuh, Sumatera Barat. Kedua peneliti itu baru usai meresmikan ”Rumah Tan Malaka: Museum dan Pustaka”, pada 22 Februari 2008. Nagari Pandan Gadang tersuruk di Bukit Barisan, di antara lempit bukit dan sawah hijau membentang, kicau burung berlompatan di buah-buah ranum.
Nagari memberikan kemerdekaan kepada penduduknya untuk menjadi siapa saja. Tiada lapisan sosial. Yang ada hanya fungsi sosial. Pemimpin hanya didahulukan selangkah, ditinggikan seranting. Lelaki dan perempuan bicara dalam adat yang sama. Tan Malaka beruntung menjadi anak seorang pegawai pertanian Hindia Belanda, selangkah lebih maju dari warga lain.
Kesempatan yang diperoleh di Sekolah Rajo, Bukittinggi, tidak lepas dari kecerdasan sebagaimana yang dikatakan guru Belandanya, Horensma, di sekolah guru (Kweekschool) itu, ”Rambutnya hitam-biru yang bagus sekali, bermata hitam kelam seolah-olah memancarkan sesuatu.” Berkat gurunya ini juga Tan Malaka kemudian sekolah ke Negeri Belanda, di usia 17 tahun. Di negeri penjajah itu, Tan Malaka menyerap ideologi yang menjadi titik perjuangannya sampai akhir hayat.
Nagari tidak tunduk kepada pemerintah pusat. Nagari diatur oleh tiga tungku sejarangan: kepala adat, ulama, dan cerdik pandai. Segala aspek pemerintahan Nagari, persoalan dan kemajuan masyarakat, diselesaikan melalui musyawarah oleh ketiga unsur tadi di balairung. Kedaulatan rakyat terwujud pada pemerintahan Nagari.

0

Madilog: Sebuah Sintesis Perantauan

Posted by Unknown on 8:05 AM in

Madilog: Sebuah Sintesis Perantauan

SAMPAI kematiannya yang tragis sebagai tumbal revolusi, lebih dari 20 tahun hidup Tan Malaka dihabiskan untuk merantau di negeri lain. Dari agen Komintern untuk Asia di Kanton sampai menjadi free agent bagi dirinya sendiri. Dari seorang pedagog tulen dengan jaminan finansial hingga hidup merdeka seratus persen. Dan Madilog, buku yang ditulisnya dalam persembunyian dari Kempetai, polisi rahasia Jepang (1943), adalah warisannya yang paling otentik.
Tan menginginkan Madilog—singkatan dari Materialisme, Dialektika, dan Logika—sebagai panduan cara berpikir yang realistis, pragmatis, dan fleksibel. Inilah warisan perantauannya yang berasal dari pemikiran Barat untuk mengikis nilai-nilai feodalisme, mental budak, dan kultus takhayul yang, menurut dia, diidap rakyat Indonesia. Mengapa? Sebab, Tan berpikir, mulai periode Yunnan sampai imperialisme Jepang, bangsa Indonesia tidak mempunyai riwayat kesejarahan sendiri selain perbudakan. Tak mengherankan bila budaya bangsa ini berubah menjadi pasif dan menafikan sama sekali penggunaan asas eksplorasi logika sains.
Madilog adalah solusinya. Inilah sebuah presentasi ilmiah melalui serangkaian proses berpikir dan bertindak secara materialistis, dialektis, dan logis dalam mewujudkan sebuah tujuan secara sistematis dan struktural. Segala dinamika permasalahan duniawi dapat terus dikaji dan diuji sedalam-dalamnya dengan menggunakan perkakas sains; yang batas-batasnya bisa ditangkap oleh indra manusia.
Namun, lebih dari sekadar Barat, Madilog adalah juga sintesis perantauan dari seorang Tan yang berlatar belakang budaya Minangkabau. Ini terjabarkan ke dalam dua sense of extreme urgency point pemikiran Tan Malaka demi membumikan Madilog dalam ranah Indonesia. Pertama, Madilog lahir melalui sintesis pertentangan pemikiran di antara dua kubu aliran filsafat, yaitu Hegel dengan Marx-Engels. Hegel dengan filsafat dialektika (tesis, antitesis, dan sintesis) dengan kebenaran yang menyeluruh (absolute idea) hanya dapat tercapai melalui perkembangan dinamis, dari taraf gerakan yang paling rendah menuju taraf gerakan yang paling tinggi. Semua berkembang, terus-menerus, berubah tapi berhubungan satu sama lain. Hegel lebih memfokuskan pemikiran bahwa untuk mencapai kebenaran mutlak, pemikiran (ide) lebih penting daripada matter (benda).
Sementara itu, bagi Marx-Engels, proses dialektika ini lebih cocok diterapkan dalam ranah matter melalui revolusi perpindahan dominasi kelas yang satu ke kelas yang lain sampai tercapai suatu bentuk kelas yang sebenarnya, yaitu masyarakat tanpa kelas. Jadi matter bagi Marx-Engels lebih penting daripada ide.
Nah, dalam Madilog, Tan Malaka mencoba mensintesiskan kedua pertentangan aliran filsafat ini untuk mengubah mental budaya pasif menjadi kelas sosial baru berlandaskan sains; bebas dari alam pikiran mistis. Melalui sains, mindset masyarakat Indonesia harus diubah. Logika ilmiah dikedepankan, pikiran kreatif dieksplorasi dengan langkah dialektis dari taraf perpindahan gerakan kelas sosial dari tingkatannya yang paling rendah sampai paling tinggi berupa kelas sosial baru yang berwawasan Madilog. Inilah proses ”merantau” secara pemikiran karena berbagai benturan ide yang terjadi.
Kedua, identitas budaya Minangkabau tentang konsep rantau. Nilai penting konsep rantau dalam budaya Minangkabau adalah mengidentifikasi setiap penemuan baru selama merantau demi pengembangan diri. Karakter masyarakat Minangkabau adalah dinamis, logis, dan antiparokial. Konflik batin khas perantau ditepisnya dengan tradisi berpikir rasional, didukung dengan basis pendidikan guru, yang mengharuskan Tan menanamkan cara berpikir yang logis. Sementara itu, merantau adalah juga mencari keselarasan hidup; yang tersusun dari dinamika pertentangan dan penyesuaian. Pandangan kebudayaan Minangkabau yang umum berlaku di masa mudanya membuatnya memahami baik dinamisme Barat maupun dinamisme alam Minangkabau di dalam suatu cara pandang terhadap dunia yang terpisahkan (Mrazeck, 1999).

Sebagai sintesis hasil perantauannya, Madilog merupakan manifestasi simbol kebebasan berpikir Tan Malaka. Ia bukan dogma yang biasanya harus ditelan begitu saja tanpa reserve. Menurut dia, justru kaum dogmatis yang cenderung mengkaji hafalan sebagai kaum bermental budak/pasif yang sebenarnya. Di sinilah filsafat idealisme dan materialisme ala Barat dan konsep rantau disintesiskan Tan Malaka. Lembar demi lembar ditulisnya di bawah suasana kemiskinan, penderitaan, dan kesepian yang begitu ekstrem. Namun Madilog-lah yang menjadi puncak kualitas orisinal pemikiran terbaik Tan Malaka yang dikumpulkannya dari Haarlem, Nederland (1913-1919), sampai kelahiran buah pikirnya itu di Rawajati (1943).

Copyright © 2009 dunia kita-kita All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.